Minggu, 30 Juni 2013
Keris adalah senjata tikam khas Indonesia. Berdasarkan dokumen-dokumen
purbakala, keris dalam bentuk awal telah digunakan sejak abad ke-9. Kuat
kemungkinannya bahwa keris telah digunakan sebelum masa tersebut.
Menteri Kebudyaan Indonesia, Jero Wacik telah membawa keris ke UNESCO
dan meminta jaminan bahwa ini adalah warisan budaya Indonesia.
Penggunaan
keris sendiri tersebar di masyarakat rumpun Melayu. Pada masa sekarang,
keris umum dikenal di daerah Indonesia (terutama di daerah Jawa,
Madura, Bali/Lombok, Sumatra, sebagian Kalimantan, serta sebagian
Sulawesi), Malaysia, Brunei, Thailand, dan Filipina (khususnya di daerah
Mindanao). Di Mindanao, bentuk senjata yang juga disebut keris tidak
banyak memiliki kemiripan meskipun juga merupakan senjata tikam.
Keris
memiliki berbagai macam bentuk, misalnya ada yang bilahnya
berkelok-kelok (selalu berbilang ganjil) dan ada pula yang berbilah
lurus. Orang Jawa menganggap perbedaan bentuk ini memiliki efek esoteri
yang berbeda.
Selain digunakan sebagai senjata, keris juga
sering dianggap memiliki kekuatan supranatural. Senjata ini sering
disebut-sebut dalam berbagai legenda tradisional, seperti keris Mpu
Gandring dalam legenda Ken Arok dan Ken Dedes.
Tata cara
penggunaan keris berbeda-beda di masing-masing daerah. Di daerah Jawa
dan Sunda misalnya, keris ditempatkan di pinggang bagian belakang pada
masa damai tetapi ditempatkan di depan pada masa perang. Sementara itu,
di Sumatra, Kalimantan, Malaysia, Brunei dan Filipina, keris ditempatkan
di depan.
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
0 komentar:
Posting Komentar